SEMAKBELUKAR

Trackimage Playbut Trackname Playbut Trackname
Be(Re)ncana 02:40 Tools
Malasmarah 02:10 Tools
Gita Cempala 01:56 Tools
Kalimat Satu 02:30 Tools
Celaka 02:30 Tools
Berlayar di Daratan 02:30 Tools
Seloka Beruk 02:30 Tools
Merujuk Damai 02:30 Tools
Pena Tak Bertinta 02:30 Tools
Dendang Lalai 02:30 Tools
Perlahan tapi Pasti 02:30 Tools
Mekar Mewangi 03:01 Tools
Lebah 01:51 Tools
Sejuknya Matahari 00:50 Tools
Hikmah 02:55 Tools
Salam 01:41 Tools
Hina Dina 01:41 Tools
Baik & Buruk 02:40 Tools
Patah 02:10 Tools
Awal & Akhir 02:40 Tools
Kemarin, Hari Ini Dan Esok 03:21 Tools
Tabiat Insani 03:06 Tools
Sayang Selayak 04:37 Tools
DetikMenitJamHariBulanTahun 02:31 Tools
Be(Re)ncana (Video Version) 00:00 Tools
Be[Re]ncana 00:00 Tools
Be(ren)cana (video version) 02:40 Tools
Detik Menit Jam Hari Bulan Tahun 02:40 Tools
Memandang Rendah 02:40 Tools
Sayang Selayak [Traditional] 02:40 Tools
Sayang Selayak[Traditional] 02:40 Tools
No Exit 02:40 Tools
Sayang Selayak (Traditional) 02:40 Tools
Out of My Face 02:40 Tools
#1 02:40 Tools
Nausea 02:40 Tools
Not the Truth 02:40 Tools
Gita Gempala 02:40 Tools
Renungkanlah (Traditional) 02:40 Tools
Kemarin, Hari Ini, dan Esok 02:40 Tools
  • 22,857
    plays
  • 503
    listners
  • 22857
    top track count

SEMAKBELUKAR adalah sebuah produk seni yang menggubah lagu-lagu sederhana dengan niatan menghibur. Dimainkan dan ditampilkan oleh sekumpulan makhluk yang disebut Belukaria Orkestar sejak awal tahun 2009. 'Tanpa kehadiran semakbelukar, bunga tak akan terlihat indah' adalah kalimat yang lebih dari cukup untuk menggambarkan keberadaan unit musik alternafolk asal Palembang, Sumatera Selatan ini. "Tidak seperti yang kalian kira, kami hanyalah duri. Sila hadapi atau jauhi secara bijak" Boleh dibilang, Semakbelukar merupakan grup musik paling “brengsek” pada 2013. Band ini bubar justru ketika mereka mulai menuai perhatian. Mulai banyak tawaran manggung di mana-mana. Ya, saat mulai diperhitungkan di ranah indie dalam negeri, dengan lagak “peduli setan”, mereka membubarkan diri. “Saya sudah lelah. Sudah cukuplah,” kata David Hersya, vokalis Semakbelukar, saat ditanya soal alasan mereka membubarkan diri. Pada awal Desember 2013—saat menggelar pentas di Kineruku, Bandung—David Hersya (mandolin, vokal), Ricky Zulman (akordeon), Mahesa Agung (gong mini), Angger Nugroho (jimbana), serta Ariansyah Long (gendang) menghancurkan alat musik yang mereka pegang dengan linggis dan palu. Semakbelukar menutup pertunjukan itu dengan rebana sobek, akordoen terbelah, gong pecah, dan mandolin bolong. Padahal pentas itu merupakan bagian dari peluncuran album terbaru mereka dan penampilan perdana di Kota Kembang. “Menghancurkan alat itu suatu pernyataan, Semakbelukar sudah selesai dan kami tidak akan reuni lagi,” ujar David tentang aksi mereka itu. Semakbelukar memilih membubarkan diri setelah meluncurkan album perdana yang bertajuk nama mereka sendiri, Semakbelukar. Ya, grup musik ini bubar justru ketika mereka kian mencuri perhatian jagat musik, terutama ranah indie di Tanah Air. Read more on Last.fm. User-contributed text is available under the Creative Commons By-SA License; additional terms may apply.